Menikmati Keindahan Surga yang Tersembunyi di ujung Pacitan

pasir putih pantai klayar pacitan

Menjelajah indahnya pulau jawa yang merupakan pulau dengan penduduk terpadat di Indonesia sepertinya tidak akan ada habisnya dan tidak akan bosan. Bayangkan keindahakan lain diluar jawa yang masih belum begitu banyak penduduknya, pastilah masih lebih banyak tempat alami dengan keindahannya masing-masing. Kali ini kita mencoba menjelajah bagian selatan pulau jawa, tepatnya didaerah Pacitan, ujung barat dari Jawa Timur.

menunggu tambal ban di jalan yang sulit

Daerah pantai dengan karang yang bukan merupakan muara dari sungai besar, biasanya adalah pantai dengan pasir putihnya yang indah. Demikian pula pantai Klayar ini. Pantai ini terletak di dusun Kendal, desa Sendang, kecamatan Donorojo, kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Pantai ini lumayan tersembunyi, baik karena mungkin jarang dipublikasikan, namun juga karena medan untuk mencapai lokasi ini lumayan jauh dan agak sulit, terutama akses jalan di dusun terakhir sekitar 1 km menjelang pantai. Tanjakan dengan tatanan bebatuan yang tidak rata dan rapi, serta mungkin kontur tanah yang labil, membuat tanjakan ini merupakan handicap terberat untuk mencapai pantai ini. Paling berbahaya jika turun hujan atau habis turun hujan, karena bebatuan putih sebagai landasan jalan ini dipadu dengan tanah liat yang melekat padanya merupakan jalanan yang sangat licin, dibutuhkan konsentrasi ekstra untuk melewati tanjakan ini.

turunan terakhir yang terjal berkelok dengan banyak lubang

Selain itu, turunan terakhir di bibir pantai yang tajam dan berkelok juga membutuhkan kehati-hatian pengendara karena lapisan aspal disini sudah banyak berlubang, dan jika kurang hati-hati dapat tergelincir bebatuan yang lepas dari aspal yang mengelupas tersebut. Jika sampai terjatuh, dipastikan baru akan berhenti ketika sudah sampai bawah, karena begitu terjalnya tanjakan ini.

suasana malam di Klayar

Kurang diketahui mengapa pemerintah daerah paling tidak 2 tahun terakhir ini belum memperbaiki fasilitas jalan menuju pantai yang begitu indah ini. Namun disatu sisi merupakan keuntungan sendiri bagi pengunjung, karena keasrian dan kealamian pantai ini masih terjaga sampai sekarang, demikian juga pengunjungnya tidak begitu banyak. Hal ini sangat menguntungkan bagi pelancong yang tidak menginginkan keramaian saat menikmati wisatanya. Fasilitas listrik juga belum menjangkau kawasan pantai ini, sehingga jika anda ingin bermalam di tempat ini, harus menyiapkan alat penerangan sendiri.

bangunan tempat menginap

Untuk bermalam di pantai ini pun tidak ada fasilitas penginapan, hanya ada sebuah bangunan permanen tanpa dinding, yang biasa dipergunakan oleh penduduk sekitar untuk berjualan makanan kala siang, dan beberapa gubuk. Namun bagi pengunjung yang memang tidak mempermasalahkan berbagai fasilitas ini, merupakan hal yang sangat menguntunkan, karena kala malam begitu sepi, hanya ditemani dengan suara deburan ombak, dan ada tanah lapang di pinggir pantai yang bisa untuk mendirikan tenda. Jika tidak, kita bisa tidur di bangunan atau gubuk beralaskan tikar yang tentu saja harus dibawa dari rumah atau kursi kayu panjang yang bisa dijajar sebagai alas tidur.

menikmati malam tanpa listrik di Klayar

Keindahan pantai ini sepertinya memang akan lengkap dinikmati kala kita meluangkan waktu untuk bermalam di pantai ini. Jika beruntung, maka malam hari kita bisa menikmati indahnya bintang bertaburan dilangit, tanpa pancaran lampu disekeliling kita, ditemani suara deburan ombak, dan kadang muncul keheningan, kala ombak serasa berhenti sebentar menghantam pantai.

sunrise dari bukit barat klayar

Pesona itu akan bertambah lagi saat pagi hari. Ketika bangun tidur serasa di pantai milik pribadi, karena belum ada pengunjung sama sekali. Kita bisa berolahraga pagi mendaki bukit disebelah barat pantai dengan menyusuri jalan setapak yang ada. Ketika sampai diatas kita akan disuguhi dengan pesona matahari yang baru muncul dari peraduannya, sembari dibelai segarnya angin laut yang masih segar. Saat sinar matahari sudah menyapu hamparan pasir putih, sungguh pemandangan yang mengagumkan. Pasir putih yang bersih seperti memancarkan keindahannya, apalagi belum ada satupun bekas tapak kaki yang merusak mulusnya hamparan pasir yang masih bersih itu. Kadang kala kita juga akan menemui burung laut yang sedang terbang dan meluncur untuk berburu ikan.

keheningan pagi di Pantai Klayar

Saat matahari sudah mulai merambat naik, jalan-jalan di hamparan pasir merupakan hal yang sangat menggoda untuk dilakukan. Pantai Klayar sendiri seperti terbagi menjadi 2 buah pantai yang masing-masing mempunyai karakter sendiri yang berbeda. Di sisi sebelah barat, pantai yang terhampar luas itu memiliki ombak yang tidak begitu besar, dengan pasir putih yang disambung dengan batuan yang sepertinya bukan karang, namun lebih mirip batu cadas. Beberapa batuan yang terlihat menyembul memang tidak tajam seperti yang kita temui di pantai karang, namun malahan seperti bongkahan-bongkahan yang rata, sehingga enak untuk duduk diatasnya. Agak menjorok ke darat, terdapat sebuah aliran sungai kecil yang airnya terbendung oleh gundukan pasir putih, sehingga membentuk sebuah laguna kecil yang jernih kehijauan oleh pantulan pepohonan disampingnya. Namun kadang dengan cepat, kala ombak besar datang, bendungan di laguna kecil ini jebol dan mengalirkan airnya ke laut. Bagi keluarga dengan anak kecil, bermain di laguna yang beralaskan pasir putih ini merupakan pilihan terbaik untuk mengurangi bahaya dibandingkan jika bermain air langsung dengan ombak di pantai.

laguna yang asri

Laguna ini sendiri dibatasi oleh sebuah tebing yang ditumbuhi pepohonan dan digunakan oleh kelelawar dan burung pantai untuk membuat sarangnya. Sedikit areal persawahan yang ditanami padi dan palawija juga ada dipinggir pantai ini, mungkin mirip suasana pantai di Bali.

dasyatnya ombak di pantai timur Klayar

Pada pantai sebelah timur, yang dibatasi oleh semacam pulau kecil dari batu cadas dengan pantai barat, memiliki karakter yang sangat berbeda dengan pantai sebelah barat. Pantai ini tidak selebar pantai sebelah barat, bahkan jauh lebih sempit, namun menjorok kearah laut dengan dibatasi pelataran cadas di kiri dan kanannya, sehingga ombak yang menuju pantai seperti terkumpul dan membentuk gelombang ombak yang lumayan besar, mungkin ketinggiannya rata-rata 2 meter (jika gelombang kecil). Kedalaman pantai timur ini juga mungkin lumayan dalam, karena dilihat dari warna airnya yang lebih gelap. Hal yang menarik dari pantai timur ini adalah bahwa hempasan ombak yang menyapu pasir pantai, seperti terserap oleh halusnya pasir putih pantai ini, tidak memecah, namun seperti lenyap begitu saja. Titik paling bahaya dari Pantai Klayar ini memang ada di pantai yang sebelah timur ini. Disarankan jangan mencoba untuk bermain ombak di pantai timur ini. Selain itu juga sering terjadi kecelakaan di pulau cadas kecil yang membatasi pantai timur dan barat ini. Banyak orang yang tergoda untuk berfoto-foto di hamparan batu cadas ini, namun sering tidak menyadari bahayanya. Tiba-tiba saja ombak bisa datang dan meloncati batuan cadas dipulau ini dan menghempas siapa saja yang berada disekitarnya. Hal ini sering terjadi karena kita tidak bisa melihat datangnya ombak besar yang menghempas cadas ini, namun tiba-tiba saja ombak sudah melompati hamparan cadas disisi pulau kecil ini.

Air yang memancar dari celah karang

Paling menarik bagi saya yang ditemukan di pantai ini adalah air yang memancar dari celah-celah batuan cadas keatas, seperti ketika kita melihat semburan air dari ikan paus yang sedang bernafas. Disebelah timur dari pantai timur ini terdapat sebuah gugusan batu cadas yang banyak orang melihatnya seperti sebuah kapal selam yang sedang bersandar. Jika kita menyusuri pelatarannya dan memanjat ke pelataran sebelah timur, maka kita akan menemui sebuah rekahan kecil di pelataran yang cukup luas tersebut. Pelataran ini bagian selatannya langsung berhadapan dengan jurang laut. Jika musim gelombang besar, air laut sering sekali menjangkau pelataran ini sehingga cukup berbahaya untuk naik dan berjalan-jalan di pelataran ini.

padang rumput merah diatas tebing

Saat gelombang pasang, kita hanya bisa melihat indahnya pancaran air ini dari atas tebing disebelah utara pelataran ini. Untuk naik ke tebing diatas pelataran ini, kita perlu menyusuri “benteng” berupa jajaran pohon pandan yang tumbuh subur dibelakang pantai timur. Di satu titik akan ditemukan celah yang bisa dilewati, kemudian harus menyusuri tebing menjauhi pantai dengan hamparan rumput di kiri kanannya. Ketika sampai ujung tebing, kita harus berbalik arah mendekati pantai dan melintasi padang rumput yang lebih tinggi lagi diatas tebing, mungkin setinggi perut orang dewasa. Mendekati ujung tebing, kita akan jumpai rumput yang berbeda yang berwarna merah, sungguh merupakan bonus pemandangan yang jarang kita lihat. Di ujung tebing tersebut kita bisa melihat indahnya semburan air di pelataran yang ada dibawah kita. Sedangkan disebelah kanan, hamparan indahnya pantai pasir putih, dari pantai timur dengan ombak besar sampai ujung pantai barat yang dihiasi dengan banyaknya pohon nyiur memaksa kita untuk hening sebentar mengagumi keindahan alam ini.

Tidak banyak penjual yang ada di Pantai Klayar ini, tidak lebih dari 3 orang. Menu yang disajikannya pun lumayan sederhana, hanya makanan kecil, minuman, termasuk kelapa muda, dan makannya hanya mie rebus/goreng dan mie ayam. Namun kelelahan sehabis bermain di pantai membuat semua itu sangat nikmat untuk dinikmati. Sembari menunggu giliran untuk mandi membersihkan diri dari air laut atau pasir, sungguh nikmat rasanya menyantap hangatnya mie rebus ditemani teh manis hangat atau kelapa muda.

Fasilitas MCK di pantai ini memang sudah dibangun, termasuk mushola. Namun hanya tersedia 2 kamar mandi/WC. Untuk mengisi bak airnya, masih perlu menimba air langsung dari sumur yang ada dibelakangnya karena belum adanya listrik masuk ke pantai ini untuk menggerakkan pompa air. Namun tidak perlu repot-repot menimba air, kecuali bagi mereka yang ingin bernostalgia dengan alat sederhana untuk mengambil air dari sumur ini. Biasanya ada penjaga yang menimbakan air untuk mengisi bak air di kamar mandi ini, paling sering adalah Bapak Wakijan, yang sekaligus juga sebagai orang yang dituakan yang menjaga pantai ini, atau semacam juru kuncinya. Jika malam hari ada yang bermalam pun kadang beliau menjenguk ke pantai atau menemani jika diperlukan untuk berjaga bersama di pantai Klayar ini.

Pantai Klayar sendiri ternyata dinamakan demikian, asal-usulnya bukan dari batu cadas di bagian timur yang dari jauh kelihatan seperti layar perahu yang terkembang. Menurut penuturan dari Bapak Wakijan, Klayar berasal dari kata “klayar-kluyur” yang artinya semacam keluyuran, atau berjalan tanpa arah untuk menikmati suasana. Orang disana dulunya sering berujar “Yok kita klayar-kluyur ke pantai…”, sehingga diambil kata depannya saja untuk menamai pantai ini sebagai Pantai Klayar.

Untuk menjangkau pantai ini, bisa dilakukan dari arah Pacitan atau Wonogiri, kemudian berbelok di pasar Punung, kearah Kalak, searah dengan tempat wisata Goa Gong. Dari perempatan ke Goa Gong, kita masih harus menempuh route lurus dengan jarak sekitar 15 km lagi untuk mencapai pantai ini. Di Pertigaan Kalak, kita ambil jalur ke kiri, demikian juga di pertigaan pasar Kalak. Jika masih bingung, kita bisa bertanya pada orang di Kalak, hampir semua orang disini pasti sudah tahu Pantai Klayar.

mulusnya jalan di perbatasan jatim-jateng

Jika dari arah Yogyakarta, kita bisa menempuh jalur Wonogiri tadi, atau juga bisa melalui jalur alternatif melewati Wonosari – Pracimantoro – Perempatan Giribelah ambil lurus menuju Jalur Jalan Lintas Selatan. Setelah memasuki Jawa Timur kita akan menikmati jalan yang mulus, luas dan sepi. Dari sini kita bisa mengambil jalur kanan ketika sampai di SD Sukodono I, yagn langsung tembus ke Kalak. Jalur lain melewati Goa Tabuhan – Goa Gong – Kalak. Bagi yang menyukai petualangan ekstrem mungkin tidak masalah melalui jalur SD Sukodono ini tadi, karena lebih dari separuh jalan bisa dikatakan rusak parah, dan perlu kehati-hatian ekstra untuk sampai di Kalak. Memang jalur ini paling dekat, namun akan lebih cepat sampai jika kita melewati jalur Goa Tabuhan – Goa Gong.

Nah, sudah siapkah anda menikmati keindahan surga yang tersebunyi ini…?

Mungkin sekaranglah saatnya untuk berkunjung kesana, selagi pantai ini memang belum benar-benar dikomersiilkan.

Iklan

22 Komentar

  1. ivon said,

    Mei 4, 2010 pada 10:49 am

    kenangan yang tak terlupakan… n aQ ga akan trauma ma ombaknya… hehehe…
    meskipun sakitnya masih terasa sampai skrg,hahaha…
    nice tRip ^^

  2. meita said,

    Mei 4, 2010 pada 4:12 pm

    Keeeerrrrreeeennnnnnnnnnnnnn bnr,,jd pengen maen ke pacitan. lumayan buat menghilangkan stres nich,heheehhe…

  3. ristsaint said,

    Mei 5, 2010 pada 7:27 am

    Ivon: ya syukurlah kalo ga apa2, tapi meski ngga trauma, jangan diulangi lagi mejeng di titik itu ya… very dangerous…

    Meita: so… let’s make a plan, and Action…, selagi masih bener2 alami lho…. 🙂

  4. Yuni Sumekar Wati, S. Pd said,

    Mei 8, 2010 pada 6:47 pm

    mas riz bisa aj,,,kpn lg kta jln2 brng?

    • ristsaint said,

      Mei 11, 2010 pada 6:56 am

      lha kamu kan nun jauh disana, carol juga…. gmna mo jalan2 bareng..???
      aklhir taun saja, ato taon depan, ketemuan di pangandaran-cijulang yok…

  5. Bian said,

    Mei 24, 2010 pada 9:20 am

    Waduh asik banget ya yang dah nemuin tempat kaya gitu…
    Jadi kepingin ni…
    kalo mau kesana patokannya lewat mana ya???
    saya dari jakarta ni…
    ^^,

    • risanta said,

      Mei 24, 2010 pada 10:27 am

      kalo dari jogja, bisa jalan pintas lewat wonosari-pracimantoro-punung(pacitan)-goa gong-pantai klayar.
      kalo dari solo: solo-wonogiri-punung-goa gong-klayar

  6. Anjas said,

    September 26, 2010 pada 10:07 pm

    Alhamdulilah wkt trkhir hunting ksana jalan 3km dr pantai klayar udah mulae d aspal.
    Mdh2n bnyk wisatwn y ksana..
    Dsarankn kl k klayar utk mampir k pantai nampu wonogiri, dr desa kalak k barat krg lbh stengah jam. prjalanan.

    • ristsaint said,

      September 27, 2010 pada 2:03 pm

      kapan itu pak? jalan yang turun di desa terakhir itu juga sudah di aspal kah? ini kangen mo kesana lagi je.
      kalo nampu itu yang pertigaan pasar kalak ke kanan ya?, kalo lurus kan ke pantai klayar ini…
      pernah dengar… nama masakan kalakan… gimana itu, katanya dari daging ikan.

  7. Anjas said,

    September 26, 2010 pada 10:09 pm

    Kereen

  8. tia said,

    Oktober 8, 2010 pada 11:55 am

    untungnya saya udah pernah ke sana jadi ga penasaran lagi deh!!!

  9. Januari 3, 2011 pada 8:35 am

    […] Menikmati Keindahan Surga yang Tersembunyi di ujung Pacitan May 2010 12 comments 5 […]

  10. kalifadani said,

    Februari 8, 2011 pada 9:27 pm

    wah. menarik. sudah lama saya mau kesini, tp belum kesamapaian.
    apa ada persewaan motor di pacitan? suku2 motor trail, melihat medannya yang katanya susah. ada info? trims.

    • ristsaint said,

      Februari 10, 2011 pada 7:19 am

      terakhir kesana memang sampai pantainya sudah diaspal lumayan mas, pakai motor biasa sudah mudah. kalau persewaan motor di pacitan saya kurang tahu, kalau di jogja sepertinya ada, termasuk motor trail.

  11. adit said,

    Mei 18, 2011 pada 12:57 am

    mantap gan,,
    mksih infonya.. kpn”” ane jlan kesitu.. 😀

    • ristsaint said,

      Mei 20, 2011 pada 11:27 am

      segeralah kesana sob… mumpung belum kepegang investor… masih alaamiii…. ha..ha.ha..

  12. Ignasia Loyola said,

    Mei 19, 2011 pada 5:46 pm

    untung ikut ngerasain pantainya. Well, thanks for taking up there 🙂

    • ristsaint said,

      Mei 20, 2011 pada 11:25 am

      ha..ha.. makasih juga dah ikut bersenang-senang bersama kami…. sekarang dah aspal halus jalannya Yo…

  13. huda said,

    September 7, 2011 pada 8:24 am

    pantai terindah yang pwenah aku jumpai…….

  14. anis said,

    Agustus 21, 2012 pada 9:52 am

    mantaap!!!!

  15. Ika Feronika said,

    Februari 28, 2013 pada 10:59 am

    wwwwoooooww so excited!!! ever belong to this tripp… That’s fantastic challenging trip ever!!!! Miss u all guys… ❤ ❤


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: