ONE STOP TOUR ALA MAS EEM VAN PANGANDARAN, MURAH, MERIAH, RAMAH DAN BERBEDA

Eem nama panggilannya. Nama itu ternyata singkatan dari Edi Mulyono. Mungkin juga sudah banyak orang yang lupa atau tidak tahu nama aslinya tersebut, karena yang lebih dikenal dikalangan teman-teman pelaku pariwisata di Pangandaran dan wisatawan adalah Eem.IMG_6935 copy_resize

Hidup di pantai sejak kecil, menjadikan Mas Eem begitu akrab dengan kehidupan bahari. Sehari-harinya Mas Eem memberikan layanan keliling perairan seputar wana wisata pananjung, sekaligus juga memandu wisatawan yang menginginkan untuk snorkle. Soal peralatan, Mas Eem dan crewnya sudah menyiapkannya.

Bertemu dengan Mas Eem beberapa tahun yang lalu merupakan ketidaksengajaan. Kala itu waktu bersama teman dan keluarga touring ke Pangandaran dengan hanya berbekal sedikit informasi, kami melepas lelah di Pangandaran timur setelah sampai. Datanglah mendekati kami  seorang pelaku wisata, yang kemudian kami mengetahuinya namanya Mas Eem. Dia menawarkan kami untuk snorkling. Waktu itu memang tidak terbayang bagi kami untuk snorkle di Pangandaran. Dari Jogja kami hanya ingin menikmati pengalaman touring dan menikmati keindahan serta suasana kehidupan pantai di Pangandaran dan sekitarnya, termasuk Green Canyon. Kami memilih menginap di Pangandaran untuk menikmati suasana keseharian di pantai, termasuk kehidupan malam beserta kulinernya.

IMG_6600 copy_resizeSetelah mendapatkan penginapan, kami baru memikirkan tawaran snorklenya Mas Eem. Terjadilah tawar menawar harga dan akhirnya kami pun dapat menikmati snorkle dipandu Mas Eem dan temannya. Sungguh pengalaman yang mengesankan bagi kami yang baru pertama kali menikmati snorkle saat itu. Sebagai bonus, kami juga dipandu wisata di salah satu pantai pasir putih di wana wisata Pananjung Pangandaran, masuk melalui jalur lautnya.

Waktu berjalan dan ternyata tulisan yang saya posting di blog menjadi jalan bagi kami untuk terus berkomunikasi. Beberapa kliennya ternyata mendapatkan informasi tentang Mas Eem ini melalui blog yang saya tulis. Persahabatan kian terjalin. Namun baru akhir tahun kemarin (2013) kami bisa bersua lagi.

IMG_6637 copy_resizePerjalanan kali ini saya lakukan dari Depok Jawa Barat, bukan dari Jogja lagi. Perkiraan waktu tempuh ternyata berlipat-lipat dari 8 jam menjadi sekitar 12 jam. Hal ini terutama dikarenakan jalanan yang begitu hancurnya. Kami mencoba jalur selatan, dari Tasikmalaya – Salopa – Cikatomas – Cijulang – Pangandaran. Jalur dari Cikatomas sampai Pangandaran jalur jalanan benar-benar rusak parah. Cukup mengherankan bahwa lokasi yang memiliki tempat wisata begitu terkenal tersebut namun jalannya hanya bisa ditempuh dengan kecepatan maksimal 30-40km/jam karena kerusakannya. Karena alasan ini pulalah maka wisata ke Green Canyon, Cijulang kami batalkan. Sisa waktu kami nikmati hanya di seputaran Pantai Pangandaran.

Yang cukup mengasyikkan dalam wisata kali ini adalah hampir semua sarana yang kami nikmati tersedia atas bantuan Mas Eem ini. Mungkin bisa dibilang One Stop Tour ha..ha..ha.. Penginapan, makan malam, dipandu berkeliling sambil menikmati sunset, berkeliling perairan sekaligus snorkling bahkan waktu tiba di kawasan Pangandaran Mas Eem juga bersedia menjemput kami untuk diantar ke penginapan yang telah dia carikan untuk kami.

IMG_6710 copy_resizeBerbeda dengan menggunakan layanan paket wisata dari biro-biro wisata yang lumayan mahal untuk satu paketnya, meskipun hampir semua diusahakan oleh Mas Eem, namun kami tetap mendapatkan harga yang minimal. Sungguh Terima Kasih yang besar kami haturkan kepada Mas Eem.

Mungkin teman-teman kurang percaya jika saat itu biaya yang kami keluarkan kurang dari 200 ribu per orangnya, tapi itulah yang kami keluarkan ketika wisata ke Pangandaran kemarin. Biaya tersebut sudah termasuk: Snorkle, penginapan, makan selama perjalanan dan di lokasi dan biaya sewa sepeda tandem untuk keliling pantai menikmati pagi hari. Kami menikmati acara itu selama 2 hari satu malam.

IMG_6735 copy_resize

Yang juga spesial diberikan oleh Mas Eem adalah makan malam dengan sea food dan nasi liwet buatan sendiri dan mengatur tempat di ujung dermaga wisata, diatas deburan ombak Pangandaran timur, bukan di warung makan di pinggir pantai.

Penginapan yang kami dapatkan, tepatnya yang dicarikan oleh Mas Eem pun tepat dipinggir pantai timur Pangandaran, dekat dengan mercusuar. Penginapan yang sederhana namun cukup nyaman bagi kami. Memiliki balkon yang lapang untuk menikmati suasana malam di pantai timur pangandaran dan sekaligus sunrise tanpa harus turun ke pantai berdesakan dikeramaian dengan pengunjung lainnya, cukup dengan duduk di balkon yang langsung menghadap ke pantai. Untuk ke pantai pun kami cukup menyeberang jalan yang berada di sepanjang pinggir pantai.

IMG_6769 copy_resizeBerbincang dengan Mas Eem sungguh menarik. Saat menikmati makan malam dengan peralatan sederhana, hanya diterangi lampu senter diujung dermaga, dengan deburan ombak sebagai latar belakang suara, dan pendaran lampu di bagan-bagan tempat mencari ikan ditengah laut, juga di sepanjang garis pantai timur Pangandaran, banyak hal yang Mas Eem ceritakan. Tentang kehidupan nelayan, tentang pariwisata dewasa ini di Pangandaran, tentang pemekaran Ciamis menjadi beberapa kabupaten baru termasuk kabupaten Pangandaran, dan juga tentang keseharian di pelelangan ikan Pangandaran.

Mas Eem memang sejak kecil hidup di pantai, meskipun aslinya dari jawa. Oleh karena itu juga nama jawanya masih ada, yaitu Mulyono. Tambahan Edi adalah pemberian gurunya sewaktu masih sekolah. Menurut apa yang dia ceritakan, hampir semua orang yang hidup dipantai mempunyai nama panggilan khusus yang kebanyakan agak berbeda dari nama aslinya. Dia sendiri mendapat panggilan Eem, yang ternyata singkatan dari namanya Edi Mulyono.

IMG_6797 copy_resizeKehidupan pariwisata di Pangandaran sendiri saat lumayan pesat, meskipun beberapa tahun lalu sempat terhempas tsunami. Sekarang deretan pantai barat sudah tertutup dengan bangunan-bangunan warung, sehingga barisan perahu yang bersandar dipasir pantai sudah tertutup. Pelaku wisata sendiri sekarang sudah bergabung dalam kelompok-kelompok wisata. Total ada sekitar 8 kelompok wisata yang menyediakan layanan seperti berkeliling melihat-lihat keindahan Pananjung dari sisi laut, maupun untuk snorkle. Di pantai timur sendiri mendapat bagian area paling panjang. Disinilah kelompok Mas Eem menggantungkan nasibnya pada bidang wisata. Namun demikian masih juga ada wahana yang dikelola perorangan. Tentu saja ini bagi mereka yang berkantong tebal. Pembuatan kelompok-kelompok ini terutama untuk mengantisipasi supaya tidak ada persaingan harga sehingga persaingan untuk memberikan pelayanan bagi wisatawan dapat berjalan dengan sehat. Namun demikian masih ada juga yang kucing-kucingan menurunkan harga untuk menggaet para wisatawan.

IMG_6783 copy_resizeMenurut pemikiran Mas Eem, kehidupan nelayan memang sudah saatnya dipisahkan dengan pariwisata. Sehingga para wisatawan tidak mengganggu keseharian nelayan dan sebaliknya demikian juga kegiatan nelayan tidak mengganggu kehidupan pariwisata di daerah tersebut. Kehidupan pararakyat ini memang kadang menarik minat para wisatawan, namun demikian memang ada hal-hal tertentu yang memang harus ada batasannya.

Kehidupan nelayan juga lumayan maju, dengan dibentuknya KUD yang menampung ikan-ikan hasil nelayan untuk dilelang. Ketika masuk ke pelelangan, harga ikan ini lebih jauh  melambung tinggi daripada dibeli oleh para tengkulak. Setiap orang yang mengikuti lelang harus menjadi anggota dahulu. Hasil yang diperoleh dari para pelelang ini nantinya dipotong sekitar 5% yang digunakan untuk membiayai para petugas lelang dan pengawas pelelangan. Selain itu juga dikumpulkan yang pada akhir masa akan dibagikan lagi sebagai sisa hasil usaha. Memang keuntungan nelayan saat panen bisa jutaan, namun saat paceklik, apa saja yang ada dirumah bisa dijual untuk biaya melaut. Hal seperti ini mungkin hampir mirip dengan para petani di temanggung saat panen raya tembakau.

IMG_6797 copy_resizePengembangan Pangandaran menjadi kabupaten terpisah dari Ciamis masih ada sedikit keraguan dalam pikiran Mas Eem. Dia menyebut bahwa pembangunan di kabupaten Banjar, yang juga hasil pemekaran Ciamis masih lebih maju dan tertata daripada Pangandaran yang terbentuk sekitar Maret 2013 ini. Hal ini terbukti dengan jalan-jalan yang memang lebih bagus (tentang hal ini memang telah saya buktikan sendiri). Selain itu juga banyak kecamatan yang lebih ingin bergabung dengan kabupaten Banjar daripada dengan Pangandaran. Pemimpin di Banjar memang dari kalangan yang sudah berada sebelum mereka mencalonkan diri menjadi kepala daerah, misalnya pemilik Rumah Sakit dsb, sehingga lebih fokus dalam pengabdian kepada pembangunan daerahnya. Suatu harapan tersirat bahwa para pemimpin Kabupaten Pangandaran ini bisa mencontoh keberhasilan dan kemajuan yang dialami tetangganya, yaitu Banjar.

IMG_6887 copy_resizeBerbincang dengan Mas Eem memang sungguh menarik, tidak kalah menariknya dengan layananan total yang dia berikan kepada kami selama di Pangandaran, apalagi dengan keramahan yang benar-benar tulus dari dia. Namun waktu yang singkat ini harus berakhir juga. Masih banyak yang ingin kami obrolkan  dengan Mas Eem, terutama tentang keluarga yang ingin kami temui juga untuk sekedar mengucap terima kasih atas kebaikan dari Mas Eem ini, namun pada kesempatan ini belum juga dapat kami lakukan. Semoga dilain kesempatan kita masih bisa bertemu dalam suasana yang lebih membahagiakan lagi.

Mas Eem pun berpesan, bagi teman-teman yang ingin snorkle dia siap memberikan layanan prima, juga seperti yang dia berikan kepada kami, one stop tour. Mas Eem juga siap mencarikan penginapan IMG_6787 copy_resizeyang sesuai dengan keinginan, harga dan lokasi, sehingga ketika sudah tiba di Pangandaran ini bisa langsung check-in tanpa harus kebingunan atau dikejar-kejar calo yang memang banyak menunggu pelanggan semenjak masuk gerbang wisata Pangandaran. Mau menu dan suasana makan malam seperti kami, yang lain daripada lainnya… diapun siap.

So… tidak usah khawatir untuk minta tolong Mas Eem, silahkan hubungi 082115818444. Wisata murah, penginapan murah, makan murah, namun tidak kehilangan keunikan dan kehangatannya, dan satu lagi… tawa dan keramahan salah satu pelaku wisata di Pangandaran ini, Mas Eem a.k.a. Edi Mulyono. (ristsaint-2014)

The Party Island, Surga di Indonesia Timur

perahu reguler yang bersandar

Pasir putih, matahari, laut biru, terumbu karang, indahnya ikan yang berenang di kejernihan air, hati siapa yang tidak akan terpikat. Tidak ada suasana tergesa-gesa di sini, semua serba santai menikmati indahnya hidup dan alam ini. Putih, kuning, sawomatang, hitam, sipit, belo, saling menyapa, tak ada batas antara mereka begitu damai rasa persaudaraan yang ada. Merasakan bewisata di Gili Trawangan ini serasa memang bukan di Indonesia, karena mungkin akan lebih banyak orang asing kita temui disini daripada orang Indonesia sendiri. Ya, inilah desa dunia kedua setelah Bali, Gili Trawangan memang hanya sebuah pulau kecil yang terdiri dari satu dusun namun bahasa yang digunakan disini meliputi bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Spanyol, Jepang, bahkan kadang juga terdengar bahasa Lebanon. Kebanyakan mereka adalah wisatawan muda. Swimming, snorkeling, sunbathing dan diving merupakan kegiatan yang paling banyak ditemukan di hamparan pulau kecil ini. Inilah surga kecil yang dapat kita kunjungi di sebelah utara pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Gili Trawangan, merupakan pulau paling ujung dari gugusan tiga pulau yang sejajar, yang terletak di Lombok utara, yaitu Gili Air, dan Gili Meno. Ketiganya berada di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

jernihnya air yang biru di Gili Trawangan

Dari ketiga pulau ini, Gili yang dalam bahasa setempat berarti pulau kecil, merupakan pulau yang paling besar dan pesat perkembangannya, terutama dalam bidang pariwisata, namun juga sektor lain yang ditemui disini yaitu bidang pendidikan dengan adanya SD Terpadu no.1 Lobar, yang merupakan SD dan SMP Terpadu yang didirikan sejak 1984. Muridnya ternyata juga dari kedua Gili yang lain. Tidak ada bangungan perkantoran lain selain kantor pelabuhan, sekolah tadi dan kantor PLN (yang juga merupakan pembangkit listrik menggunakan tenaga diesel). Karena keterbatasan daya, listrik disini belum dapat menyala selama 24 jam. Masyarakat, terutama yang mempunyai penginapan, biasanya sudah mempunyai genset sendiri untuk mencukupi kebutuhan tamunya akan listrik. PLN sendiri sudah merencakanan untuk menggunakan listrik tenaga surya untuk mencukupi kebutuhan listrik di pulau-pulau kecil di bagian timur Indonesia ini.

Suasana Penginapan dihiasi Beruga di Pantai utara

Keindahan dan ketenangan pulau ini semakin nyata terasa karena kita tidak akan mendengar raungan mesin selain mesin motor tempel di perahu-perahu yang datang dan pergi di pulau ini. Raungan itupun akan kalah dengan suara deburan ombak. Di pulau ini memang kendaraan bermotor tidak diijinkan untuk masuk. Kita bisa mengelilingi pulau dengan berjalan kaki, bersepeda yang dapat kita sewa dengan harga 15ribu/jam atau 50ribu/harian, atau juga dengan naik cidomo. Sekali carter untuk  berkeliling pulau rata-rata sewanya 100ribu. Bagi yang ingin bergaya bak koboi, juga tersedia persewaan kuda, namun untuk yang ketiga ini memang jarang terlihat. Pulau ini memang kecil, dengan jarak terjauh antara garis pantai hanya 3km. untuk berkeliling dengan cidomo hanya dibutuhkan waktu sekitar 45menit, menyusuri garis pantainya. Luasnya hanya sekitar 338hektar.

sepi dan tenangnya pantai barat

Untuk berenang… silahkan lakukan sepuasnya, karena garis pantai di ketiga gili ini begitu landai dengan ombak yang sangat bersahabat. Begitu anda sampai di Gili ini, pasti akan segera terhenyak dengan warna airnya yang begitu jernih kebiruan dan bersih, dengan hamparan pasir putih dibawahnya, sungguh menggoda untuk segera terjun ke air dan berenang. Sekitar 30-50meter ketengah, hamparan koral taman laut juga terhampar begitu jelas terlihat dalam beningnya air laut yang tertembus sinar mentari sampai dasarnya (sekitar 10m). Konon di tempat ini merupakan rumah bagi tumbuhnya koral biru, koral yang hanya ditemui di lautan Karibia, selain di sini. Silahkan berenang sepuasnya disini dan gratis, begitupun untuk snorkeling, kecuali untuk menyewa peralatan yang akan digunakan. Untuk snorkeling sendiri, sewa fin dan google rata-rata dikenakan 15-30ribu rupiah seharian. Untuk life jacket sekitar 20ribuan. Bagi yang menginginkan penyelaman, banyak terdapat operator selam di Gili Trawangan yang bertaraf internasional. Kebanyakan pengguna layanan diving ini memang turis mancanegara. Banyak paket ditawarkan pengelola wisata di ketiga gili ini baik untuk diving maupun snorkeling, bahkan sampai trekking ke gunung Rinjani di Lombok.

senja di dekat ermaga

sunrise dekat dermaga

Jika anda ingin dikerubuti ikan-ikan yang cantik dan berwarna-warni saat diving atau snorkeling, bawalah remahan roti yang dimasukkan botol plastik bekas minuman mineral. Roti ini akan menarik minat ikan-ikan hias yang akan berenang mendekat dan mengerubuti anda. Kesenangan terbesar saat snorkeling atau diving disini adalah saat anda bertemu dengan penguasa perairan The Gillis ini, yaitu penyu besar yang mungkin lebih besar dari anda. Para pemandu biasanya akan mencarikan mereka, dan mengatakan, keberuntungan kalau anda bisa berenang bersama dengan mereka. Orang daerah sini percaya bahwa dahulu kala, nenek moyang mereka yang orang bugis, terdampar disini dan diselamatkan kura-kura/penyu kala kapalnya pecah, oleh karena itu mereka pantang makan telur atau menyakiti kura-kura. Trawangan sendiri kalau tidak salah berasal dari kata Terangan yang berarti pendaratan kura-kura. Mayoritas penghuni ketiga pulau ini memang berasal dari nelayan Bugis dan Bajau dari Sulawesi, sisanya adalah suku Sasak.

jernihnya air, putihnya pasir

Bagi penggemar fotografi, banyak sekali poin yang bagus untuk berburu ribuan gambar. Di sisi barat, banyak dijumpai hamparan pantai yang sepi (sebenarnya Gili Trawangan ini memang semuanya pantai yang melingkar), dengan pasir putihnya yang bersih dan pepohonan yang menyentuh laut.

Salah satu Perahu Layar yang Bersandar

Pemandangan akan lebih indahlagi dengan bebatuan pecahan karang dan cangkang yang berserakan menambah indahnya pasir putih dengan latar belakang laut dan langit biru. Jika menginginkan foto session, tak akan banyak terganggu oleh lalu-lalangnya orang. Saat paling bagus adalah sunset dan sunrise yang keduanya dapat kita nikmati dari dermaga utama Gili Trawangan ini. Dari titik yang sama pun kita bisa menikmati suasana baik sunset maupun sunrise di Gili Trawangan. Jika anda menginginkan foto bawah laut, di Gili Trawangan ini banyak juga disewakan kamera dan video bawah air, namun alangkah lebih puasnya jika anda sudah mempersiapkan dan membawa sendiri peralatan tersebut dari rumah, semisal chasing anti air untuk pemotretan bawah air. Niscaya bisa seharian anda bercengkerama dengan kamera anda.

Berapa sih biaya untuk menikmati surga ini?

deretan Beruga di pantai utara

Untuk tinggal menginap disini, anda dapat mencari penginapan dari homestay sampai kelas hotel berbintang di pulau kecil ini. Dari harga yang puluhan ribu sampai dengan jutaan untuk semalamnya. Belum tentu penginapan yang dekat pantai lebih mahal daripada yang harus masuk agak kedalam. Bersabarlah dan lebih jeli saja memilih penginapan tersebut.

Penginapan paling murah yang saya temui adalah sekitar 50rb untuk backpacker. Check out time disini rata-rata pukul 10:30.

Sebuah Penginapan berarsitektur lokal

Jika anda memang menginginkan menikmati suasana malam yang tenang dan nyaman, carilah penginapan yang agak kedalam atau disisi barat dan utara pulau ini. Pusat keramaian di Gili Trawangan memang ada di bagian timur dan selatannya, termasuk suasana pesta keramaian malam. Yang unik dari pesta malam di Gili Trawangan ini adalah bahwa pesta setiap malam yang tempatnya dirotasi silih berganti di antara kafe dan pub yang ada di Gili Trawangan ini. Dan ini juga diatur oleh aturan lokal setempat, dimaksudkan supaya pesta terpusat di satu tempat saja, terdapat giliran waktu bagi mereka, sehingga tiap hari pasti akan berbeda café mana yang akan mengadakan beach party. Tiap malam pasti ada saja beach party, sehingga Gili Trawangan ini juga dikenal dengan sebutan Party Island.

Nasi Campur/Mixed Rice, sama dengan di Bali

Untuk makanan memang kita akan lebih banyak disuguhi dengan menu makanan orang bule, namun banyak juga ditemui makanan untuk selera perut lokal. Harga makanan mulai dari 15rb rupiah bisa kita dapatkan disini. Fried rice atau nasi campur ala bali merupakan menu kegemaran kami. Ada satu lapangan kecil di dekat dermaga, yang kalau malam hari dijadikan food court.

Anda bisa memilih menu makanan yang sesuai selera disini, selain di kafe dan rumah makan lain yang memang sudah menetap. Kalau siang lapangan ini merupakan pusat cendera mata.

Sengigi di pantai barat lombok

Banyak jalur dapat kita tempuh untuk sampai ke surga kecil ini. Dari bali kita bisa langsung menuju Gili Trawangan menggunakan kapal cepat melaui pelabuhan Padang bai, namun dengan harga tiket yang setara dengan tiket pesawat, hanya dibutuhkan waktu sekitar 4 jam, sama dengan waktu tempuh kapal ferry dari Padang Bai ke pelabuhan Lembar di Lombok bagian selatan. Cara lain adalah menyeberang dari pulau Lombok.

Sang Nahkoda

Ada tiga tempat penyeberangan di Lombok menuju ketiga gili. Pelabuhan dengan perahu regular dari adalah bangsal dengan tiket 10ribu untuk ke Gili Trawangan, 9ribu untuk ke Gili Meno dan 8 Ribu untuk ke GIli Air, serta 150ribu untuk charter. Waktu penyeberangan disini dari jam 6 pagi sampai jam 6 sore. Lebih baik menyeberang pagi hari karena tidak akan menunggu lama untuk menunggu penuhnya perahu. Penyeberangan yang lain adalah melalui Senggigi dan sebelum Bangsal dengan kapal cepat. Pilihan jalur yang akan dilalui sebaiknya disesuaikan dengan waktu dan dana yang ada. Dengan waktu yang terbatas, kita bisa langsung mendarat di bandara Selaparang, Lombok baik penerbangan dari Bali maupun pulau lain, dan mencarter taksi ke pelabuhan bangsal seharga kurang lebih 100rb, atau langsung menyeberang dari Padang Bai di bali.

Malimbu pass dengan latar Malimbu Beach

Namun jika waktu luang yang anda miliki banyak, dan kemungkinan dana yang terbatas, alangkah lebih nikmatnya jika kita menyusuri pantai barat Lombok dahulu setelah menyeberang ke pelabuhan Lembar dari Padang Bai. Jalanan menyusuri pantai barat Lombok ini sangatlah indah untuk dinikmati baik pemandangannya, maupun kontur jalannya. Titik paling banyak dinikmati pengunjung adalah puncak malimbu.

Perahu Cepat dari Padang Bai

Dari sini ketiga Gili sudah mulai Nampak, demikian juga pantai Malimbu yang ada dibawahnya begitu indah terlihat dari atas. Sebelumnya juga keindahan pantai Senggigi akan dapat dilihat dari jalur ini. Paduan antara keindahan perkebunan, gunung dan pantai sangat mempesona kala kita bisa menikmati jalur barat untuk menuju Lombok Utara ini.

Nah, jika di negeri sendiri terdapat surga ini, mengapa kita harus gengsi untuk berwisata didalam negeri ketimbang berwisata keluar negeri? Mari luangkan waktu untuk mengunjungi party island ini dan menggunakan dana kita untuk turut membangun perekonomian didalam negeri ini. Jangan sampai surga ini dikuasai oleh para investor asing.

2010 in review

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads Fresher than ever.

Crunchy numbers

Featured image

A Boeing 747-400 passenger jet can hold 416 passengers. This blog was viewed about 3,000 times in 2010. That’s about 7 full 747s.

In 2010, there were 7 new posts, not bad for the first year! There were 88 pictures uploaded, taking up a total of 21mb. That’s about 2 pictures per week.

The busiest day of the year was October 19th with 38 views. The most popular post that day was Snorkel di Pangandaran dan Body rafting di Cukang Taneuh atau Green Canyon atau Cijulang.

Where did they come from?

The top referring sites in 2010 were facebook.com, google.co.id, mail.yahoo.com, WordPress Dashboard, and gooingjoogja.com.

Some visitors came searching, mostly for kebun buah mangunan, snorkeling pangandaran, body rafting, curug silawe, and keindahan surga.

Attractions in 2010

These are the posts and pages that got the most views in 2010.

1

Snorkel di Pangandaran dan Body rafting di Cukang Taneuh atau Green Canyon atau Cijulang March 2010

2

Eksotisme Sungai Oya dari Kebun Buah Mangunan April 2010
6 comments

3

Keindahan sungai Grindulu dan suasana Mistis di cemorosewu April 2010
2 comments

4

Menikmati Keindahan Surga yang Tersembunyi di ujung Pacitan May 2010
12 comments

5

Pintu Berkat di Pegunungan Menoreh May 2010
2 comments

« Older entries